Pengalaman pertama, awalnya memang karena ada salah satu mata kuliah pilihan yang saya ambil sebut saja matakuliah tersebut "Psikologi Patologi dan Rehabilitasi Sosial" . . . . Sebagai syarat UAS dan tugasnya itu adalah membuat pelatihan dengan peserta pelatihan yang lumayan bagi kami selaku pemula.
Bergabung dengan beberapa teman yang mereka pada dasarnya memang mengambil matakuliah "Pelatihan" khusus untuk para calon trainer hehe... sedangkan saya ? kebetulan tidak mengambil matakuliah tersebut...
hal pertama saat tugas itu keluar dan dengan tunjukkan salah satu teman, saya dipercayai untuk mengisi salah satu materi.... awal- awal apa yang dilakukan ? sedikit bingung bahkan membuat modulnya saja saya tidak tahu... Begitupun selanjutnya saya meminta salah satu teman saya yang mengikuti matakuliah pelatihan untuk mengajarkan bagaimana membuat modul untuk pelatihan.....setelah sedikit bisa memulai untuk membuat modul,,, mulai mencari tahu bagaimana untuk bisa menjadi trainer ? dan lagi- lagi saya di ajarkan salah satu teman...
Awalnya nekat, sambil ingin mencoba juga bagaimana belajar menjadi seorang trainer, ternyata persiapannya wow sekali.... tapi ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi saya..
Pemula dan bahkan tidak memperdalam bidang pelatihan mencoba untuk bisa memberikan hal yang sama dengan mereka yang lebih mengetahui dan memperdalam bidang pelatihan...
Setelah mulai mendekati hari H masih sedikit bingung harus apa yah ? ..... dan ternyata setelah hari H.. itu adalah hal yang sangat mengesankan... Berbagi bersama 30 adik- adik dari SMPN 46 bandung,, itu adalah hal pertama dan sekaligus hal yang sangat membuat saya merasa senang melakukannya..
Berawal dari kepepet karena berhubungan dengan tugas, kemudian dipaksa harus mengisi materi karena kebetulan saat itu dikelompok kami terbatas untuk orang yang memberikan materi...
Namun, sekali lagi setelah semuanya dijalani bahkan semuanya sudah terlewati.. semua sangatlah mengesankan berbagi ilmu dan yang paling berharga adalah mendapatkan pengalamannya...
Terimaksih semuanya :) semakin ingin mengasah lagi kemampuan yang masih belum teroptimalkan...
Segala Ungkapan Rasa yang Hanya Bisa Tertuang dalam bait- bait Untaian Syair Kata- kata ,,, Ungkapan Terdalam Sisi Jiwa yang Rapat Tanpa Celah
Senin, 09 Juni 2014
Jumat, 06 Juni 2014
Lamunan Malam (1 Juli 2013)
Malam,,,hadirkan
beribu lamunan tentang ingatan lalu.
Ingatan
akan sebuah kegagalan yang menghentikan setiap langkah dalam larian.
Ingatan tentang sebuah titik yang menarik beribu
titik dan menjadi rankaian garis yang mengurung setiap ingatan, dan
mengabadikannya dalam memori.
Seakan
terpanggil dengan sendirinya,, setiap peristiwa lalu seakan hadir kembali
dengan rapih dan berbaris di depan pandangan..
Tampak
jelas seperti bukan bayangan,, namun inilah bayangan abadi yang sempat aku
miliki..
Bayangan
tentang sebuah ingatan lalu yang semakin hari semakin pekat menarik semua panca
indra untuk mengabadikannya..
Perasaan
terkuat sempat menolaknya dengan tegas.. namun lamunan itu laksana udara yang
bisa masuk walau melewati lorong terkecil sekalipun..
Menyelip
dan memaksa masuk..
Mencoba
menggantinya dengan ingatan- ingatan lain. Dan tetaplah ingatan itu tetap
berkuasa.
Selalu
ada hal yang terhenti disitu,, bagaimana tidak sebuah lamunan hitam pekat yang
menodai jernihnya hamparan awan- awan putih..
Tersapu angin dan tergoyah hanya seperti itu..
Dan
hitam tetaplah selalu tampak menjadi hitam..
Minggu, 25 Mei 2014
Kenapa Harus dengan Menulis
Sepertinya ini adalah salah satu tulisan yang aku tulis disaat badan protes untuk meminta istirahat...Entah apa yang selalu memotivasi sosok kecil ini ?
Yang jelas bukan mereka....
Selalu ingat tentang waktu dimana aku hanya ingin menulis tanpa melihat apa yang terjadi pada badanku..
Tepat sejak dulu... saat aku belum mengerti kenapa mereka senang menulis dan membuat cerita- cerita yang begitu sangat menginspirasi ?
Tepat saat aku masih belajar menggoreskan pensil pada kertas- kertas putih..
Tepat saat aku baru tau bahwa dalam sebuah buku itu hanya ada beberapa tulisan dengan gambar yang meramai pada setiap halamannya..
Tepat ketika aku menemukan sebuah buku kecil dengan kertas yang berwarna- warni, namun ternyata itulah tulisan pertamaku..
Apa yang aku tulis saat itu ?
Hanya beberapa bait puisi untuk sang mamah..
dan beberapa bait puisi untuk sang guru dan mimpi- mimpiku..
Itu tulisan pertamaku..
Tepat saat itu, badanku juga sedang berprotes untuk lebih dimanjakan..
Namun ternyata buku kecil itu terlalu menghipnotis untuk dipenuhi dengan beberapa coretan..
Entah karena terlalu terbiasa, atau karena aku senang melakukannya..
Yang jelas, tulisan itu adalah segalanya..
Banyak mereka yang sangat berekspresi ketika menghadapi segala situasi..
Tepat sama halnya dengan aku,, aku ekspresikan semuanya dengan tulisan..
Ini bukan masalah senang dan tidak senang...
Tapi, kenapa harus tulisan ?
Mungkin jawabannya,,, tulisan adalah kata yang hanya bisa aku baca sendiri tanpa orang lain dapat membacanya dengan gamblang dan mengambil kesimpulan dengan mudah mengenai apa yang aku tulis..
Saat itulah ,, ternyata ini yang sangat selalu aku inginkan..
Hanya menulis,, dan mengumpulkan semua tulisanku..
Selalu ingin mengembangkannya menjadi sebuah kebanggaan..
Namun, bukan itu yang diinginkan..
Aku senang, aku enjoy, aku sangat menikmati.....
Dan kelak semua ini akan menjadi jejak..
Bahwa sosok ini mempunyai banyak tulisan yang mewarnai perjalanan hidupnya..
Jumat, 11 April 2014
Semua Telah Datang
Bukan segala wujud nyata tanpa suara,
Bukan segala sentuh tanpa rasa,
Dan bukan segala lirih tanpa nada
Tentang bagaimana malam memberikan kenyamanan,
Tentang siang datang dengan ceria,
Dan tentang rasa tanpa kasih.
Ini adalah tetang langkah yang mendekat
Mendekat dalam dekapan kesunyian
Bertahan dalam diam
dan beranjak dengan lembut
Menghampiri dengan senyuman
dan pergi dengan gelak tawa
Semua telah datang
Datang dengan kekosongan
Tersenyum dan diam dalam pelukan fajar
Semua telah datang
Bukan segala sentuh tanpa rasa,
Dan bukan segala lirih tanpa nada
Tentang bagaimana malam memberikan kenyamanan,
Tentang siang datang dengan ceria,
Dan tentang rasa tanpa kasih.
Ini adalah tetang langkah yang mendekat
Mendekat dalam dekapan kesunyian
Bertahan dalam diam
dan beranjak dengan lembut
Menghampiri dengan senyuman
dan pergi dengan gelak tawa
Semua telah datang
Datang dengan kekosongan
Tersenyum dan diam dalam pelukan fajar
Semua telah datang
Sabtu, 29 Maret 2014
MENYAPA HUJAN
Sapa lembut untuk hujan yang dengan ramainya menetes..
Gemuruh hujan adalah pemecah saat semua kesunyian hadir..
Sangat membuat ramai ketika tidak ada satupun terdengar suara..
Dingin hanya lah sedikit dari efek yang diberikannya..
Tapi tetaplah hujan ini sangatlah ramai..
Seperti gerombolan yang seketika datang..
Membuat gaduh setiap penjuru kota..
Kota yang aku kenal beberapa tahun ini..
Masih dapat terhitung jari jika dibanding dengan desa kelahiranku..
Hujan.. lagi lagi hujan membuat keramaian yang bertahan lama..
Selalu menjadi teman saat merasa bahwa sudut- sudut kotak kecil ini tanpa suara..
Sangat mengacau jika harus terdengar suara yang memekakan telinga,,
Tapi itulah hujan..
Selalu datang dengan kesejukan..
Jika hujan adalah kawanku saat ini..
Sapa lembut itu tentu akan aku hadirkan untukmu..
Bagaimana tidak gersang ini berubah menjadi sejuk..
Walapun selalu hujan membuat langit berwarna abu pekat..
Tapi sekali lagi itu lah hujan,,
Gemuruh hujan adalah pemecah saat semua kesunyian hadir..
Sangat membuat ramai ketika tidak ada satupun terdengar suara..
Dingin hanya lah sedikit dari efek yang diberikannya..
Tapi tetaplah hujan ini sangatlah ramai..
Seperti gerombolan yang seketika datang..
Membuat gaduh setiap penjuru kota..
Kota yang aku kenal beberapa tahun ini..
Masih dapat terhitung jari jika dibanding dengan desa kelahiranku..Hujan.. lagi lagi hujan membuat keramaian yang bertahan lama..
Selalu menjadi teman saat merasa bahwa sudut- sudut kotak kecil ini tanpa suara..
Sangat mengacau jika harus terdengar suara yang memekakan telinga,,
Tapi itulah hujan..
Selalu datang dengan kesejukan..
Jika hujan adalah kawanku saat ini..
Sapa lembut itu tentu akan aku hadirkan untukmu..
Bagaimana tidak gersang ini berubah menjadi sejuk..
Walapun selalu hujan membuat langit berwarna abu pekat..
Tapi sekali lagi itu lah hujan,,
Sabtu, 15 Februari 2014
Mutiara dalam Samudra
Saat engkau adalah mutiara,
aku dapat melihatmu dari celah yang kau buka.
Saat engkau membukakan celah itu dan aku bisa meraihnya,
tolong ingatkan aku saat keindahan yang belum harus ada, berusaha untuk ada
Terimakasih saat mutiaraku mau mengingatkan,
Aku melangkah begitupun engkau, berada dalam yang diingkan "bersama".......
"Tetaplah menjadi mutiara dalam perlindungan_Nya,
jangan biarkan siapapun termasuk 'aku' untuk terlalu dalam keindahan mutiaramu,
Saat ini, biarlah dalam keindahanmu
Sampai pada saatnya, tetaplah terjaga di lindungan_Nya"
_Mutiara dalam Samudra_#Hasanah.Samudra#
29.10.2012
Tidak ada satupun alasan saya harus melupakan segala kebaikan ini.. terimakasih :)
pernah membawa saya berdiri saat saya terjatuh.. mengjarkan banyak hal.. pernah menjadi imam shalat yang baik.. dan menjadi guru ngaji yang sangat sabar :D
sedikitpun tidak bisa saya pungkiri semua kebaikanmu..
aku dapat melihatmu dari celah yang kau buka.
Saat engkau membukakan celah itu dan aku bisa meraihnya,
tolong ingatkan aku saat keindahan yang belum harus ada, berusaha untuk ada
Terimakasih saat mutiaraku mau mengingatkan,
Aku melangkah begitupun engkau, berada dalam yang diingkan "bersama".......
"Tetaplah menjadi mutiara dalam perlindungan_Nya,
jangan biarkan siapapun termasuk 'aku' untuk terlalu dalam keindahan mutiaramu,
Saat ini, biarlah dalam keindahanmu
Sampai pada saatnya, tetaplah terjaga di lindungan_Nya"
_Mutiara dalam Samudra_#Hasanah.Samudra#
29.10.2012
Tidak ada satupun alasan saya harus melupakan segala kebaikan ini.. terimakasih :)
pernah membawa saya berdiri saat saya terjatuh.. mengjarkan banyak hal.. pernah menjadi imam shalat yang baik.. dan menjadi guru ngaji yang sangat sabar :D
sedikitpun tidak bisa saya pungkiri semua kebaikanmu..
Selasa, 14 Januari 2014
KOSONG
Ada waktu dimana
hati ini kosong
Sungguh bukan
karena mereka yang berlomba untuk mengisi, tapi diri yang membiarkan mereka
tidak bisa masuk..
Lorong ini
sungguh aku sengajakan untuk terbuka sangat kecil sekali..
Mereka yah
mungkin hanya mereka..
Mereka yang
datang tanpa hati..
Mereka memberi
senyuman, jelas mereka begitu,,
Tapi bukan,, lagi
lagi bukan,, ketulusan itu sungguh tidak ada dalam senyuman mereka..
Lantas apa yang
mereka lakukan ?
Hanya sekedar
datang, kemudian yah memberi senyuman..
Cukup hanya
sebatas itu...
Datang lagi..
sudahlah itu sangat biasa sekali...
Biarkan ? ya
biarkan saja..
Halangi ? untuk
apa ? mereka Cuma datang tanpa ketulusan,,
Apa yang akan
dilakukan ?
lihat saja .. mereka akan mengenal ketulusan di sana..
lihat saja .. mereka akan mengenal ketulusan di sana..
Mereka akan
bertanya ?
Mungkin jika
mereka menerka dengan rasa..
Jika tidak..
mereka tidak akan paham apapun..
Mereka akan
melihat ? naah itu pasti...
Setelah mereka
melihat ? biarkan saja mereka lihat dengan mata telanjangnya..
Karena mata batinnya
telah tertutup kepalsuan..
Lalu apa yang
akan kau lakukan ?
Diam saja,,
diamkan saja,,
Kenapa tidak
berbicara ?
Untuk apa ?
karena mereka tidak dapat menerka dengan rasa..
Mereka punya itu
tapi bukan ketulusan,,
Lalu apa ?
Hanya sekedar
logika tanpa nalar,.
Berarti kosong ?
jelas sangat kosong sekali..
Lalu kamu akan
tetap diam ?
TENTU.....
Kenapa ?
Karena mereka
tidak paham makna sebuah ketulusan..
I Surrender By Celine Dion
There's so
much life I've left to live
And this fire is burning still
When I watch you look at me
I think I could find the will
I think I could find the will
To stand for every dream
And forsake this solid ground
And forsake this solid ground
And give up this fear within
Of what would happen if they ever knew
Of what would happen if they ever knew
I'm in love with you
reff:
'Cause I'd surrender everything
To feel the chance to live again
I reach to you
I reach to you
I know you can feel it too
We'd make it through
We'd make it through
A thousand dreams I still believe
I'd make you give them all to me
I'd hold you in my arms and never let go
I surrender
I know I can't survive
Another night away from you
You're the reason I go on
You're the reason I go on
And now I need to live the truth
Right now, there's no better time
Right now, there's no better time
From this fear I will break free
And I'll live again with love
And no they can't take that away from me
And they will see...
(reff)
Every night's getting longer
And this fire is getting stronger, baby
I'll swallow my pride and I'll be alive
Can't you hear my call
I surrender all
Right here, right now
I give my life to live again
I'll break free, take me
My everything, I surrender all to you
Langganan:
Postingan (Atom)

