Kamis, 17 November 2011

Rasa Khawatir yang Berlebihan

      Apabila unsur dasar dari kepribadian yang antisipatif ini adalah bagaimana pentingnya dia memandang dirinya sendiri, bagaimana pentingnya perasaannya, dan apabila ia memasukan kualitas itu ke dalam apa saja yang dilakukannya, maka ada bahaya bahwa dia akan membawa perencanaannya, pengaturannya, dan antisipasinya terlalu jauh. Dia mulai terperangkap ke dalam dorongan kekhawatiran. Dia demikian memperhatikan agar segalanya berjalan baik, hingga dia mulai mengantisipasi segala sesuatunya yang mungkin berjalan salah. Dia berjalan terlalu jauh, dan hal ini berakhir dengan kekhawatiran baginya. Kemudian dia menjadi ragu. Ditatapnya tugas di hadapannya dan dia bertanya- Tanya :”seberapa baik pekerjaan ini ?” Apabila dia cukup sehat, dengan perasaan- perasaan baik terhadap dirinya sendiri,  secara realistis dia dapat mengukur bakat- bakatnya sendiri serta kemampuannya dalam menghadapi tugasnya, dia bisa memperhitungkan kemungkinan hasilnya yang tepat. Apabila dia dan proyek yang digarapnya itu secara masuk akal memang seimbang, dapat dia dapat merencanakan dan mengorganisasikannya secara efisien, kemudian bergerak mulai menangani tugasnya, dan menghasilkan hasil kerja yang berkualitas.
          Namun, apabila kepribadian ini kurang matang dan kurang yakin tentang dirinya sendiri dan kemampuannya, betapa pun besar bakat- bakatnya itu untuk menyelesaikan tugas- tugas yang dihadapinya, mungkin dia akan mengelakan diri. Daan mungkin telah mengantisipasi (memperhitungkan terlebih dahulu) setiap masalah yang bisa digambarkan, setiap jebakan yang mungkin, setiap kesulitan dan bahaya yang tiba- tiba bisa muncul, bahkan yang kemungkinannya sangat kecil. Dia merasa kurang cakap untuk mengerjakan tugas itu. Dia beranggapan bahwa sumber- sumber daya pribadinya tidaklah memadai, bahwa apa yang dilakukannya akan buruk, bahwa dia akan merusak pekerjaan itu. Dengan demikian dia akan mengundurkan diri dari tugas itu, menunggu kesempatan lain karena selalu ada hari esok.

Sumber : Membaca Kepribadian Orang, karangan Gregory G. Young

Senyuman dan Tawa

Burung-burung mengepakan sayap-sayap indah terbang bebas menuju cakrawala,,, bernyanyi riang diantara dedaunan yang menari elastic berlenggok melambai dengan mesra ,, sang mentari ketika itu  mengintip dibalik awan- awan putih dan tersenyum.. (n_n)
     Jiwaku tetap disini berpijak pada bumi yang tandus akan kekuasaan sang penguasa gemerlap dunia,, tetapi diriku ada disini berada bersama sekelompok manusia- manusia yang menyayangi apa itu sebuah kebersamaan >`,`<
     Disini senyum terukir dan disini pula tawa tercipta ,,, di setiap sudut- sudut jiwa yang melayang bersama layang- layang harapan,, berlari bersama kencangnya jaguar- jaguar keberhasilan,,, melompat,, berjingkrak,, dan bersenda gurau ditempat sunyi impian,,, \(8_8)/
     Haii jiwa- jiwa angkuh masihkan mengharapkan sang rembulan menyapamu setiap malam ?? Haii jiwa- jiwa pendobrak kejujuran masihkan memasang topeng saat menyapa mentari dipagi hari ??
     Senyumu palsu bunga mawar,, dan air matamu hina bunga melati ..
Lihatlah kerdil- kerdil itu tertawa ,, tersenyum penuh kebahagiaan tanpa mempunyai warna seindah warnamu “mawar” dan tidak mempunyai harum seperti harummu “melati” ","

Rabu, 16 November 2011

Tapakan Kaki pada Pijakan yang Benar

Ingat saat orang- orang  meronta berjalan tanpa arah tujuan ,,, berlari tanpa tahu titik mana yang akan di tuju,,

Ingat saat orang- orang berbicara tanpa tahu apa yang dia ucapkan,, berpendapat tanpa tahu alasan mereka mengeluarkan pendapatnya,, berkomentar tanpa tahu mana yang benar dan harus di luruskan..

Ingat saat orang- orang sibuk mencari tahu letak kebenaran tanpa mengetahui yang salah..

Renungkanlah dan tataplah dalam- dalam diri anda dicermin !! termasuk orang yang seperti itukah anda ?? pertanyaan yang besar mulai datang dan merangkul pikiran anda,,,
Semua yang tampak benar tetapi salah .. semua yang tampak mudah tetapi susah dan semua yang tampak putih tapi ternyata hitam ,,
Fenomena kebenaran yang semakin lenyap dimuka bumi ini ,,, fenomena kebenaraan yang hanya datang saat orang- orang menemukan titik kemerosotan dalam kehidupannya ,, yang menjadi pertanyaan kita sekarang adalah haruskah kita menunggu semua hal negatif datang dan baru kita bisa menyadarinya ?? tentu hal yang seperti ini yang dikatakan TERLAMBAT ,, kesadaran adalah tonggak untuk kita mengingat dan selalu berhati- hati dalam memijakan kaki kita,, jika kita memijakan kaki kita pada duri tentu kita akan merasa kesakitan tetapi jika kita pijakan kaki kita pada hamparan kain wol yang lembut tentu kaki kita akan merasa nyaman dan ingin terus berjalan di atasnya ,,, begitupun dengan kehidupan ,, saat kaki kita salah memijakan kaki tentu kita akan merasakan bahwa itu adalah pijakan yang salah,,,

Berjalan dan carilah pijakan yang akan memberikan nilai positif kepada diri kita juga kehidupan kita ,, Hanya kita yang mampu membawa kaki kita kemanapun ,, (*_*")

SAHABAT SEJATI SEORANG ANAK GADIS

Waktu itu langit masih memancarkan sinar terang dalam kehidupan,, damai dan penuh dengan ketentraman,, yahh itu yang tampak pada gumpalan- gumpalan senyuman kehidupan anak gadis yang masih belia.. Datang dan selalu bersandar dipelukan sang bunda,, dan sesekali meminta sang ayah untuk merangkulnya dengan kecupan kasih sayang..
       Sang anak gadis yang semakin hari tampak menjadi sosok anak remaja yang mulai mengenal apa itu kehidupan dan kerasnya tonggak- tonggak persaingan kesejahteraan hidup.. Mulai datang kepadanya apa itu arti kerasnya berjuang menghadapi masalah dan menempatkan diri pada tempat yang seharusnya di tempati sebagai satu pijakan terkuat.
       Tiba saat sang anak gadis mulai mengeluh mengenai jurang- jurang kehidupan yang semakin hari ditemuinya… “Bunda aku semakin tidak mengerti akan hal yang datang menghampiriku sekarang ” pertanyaan singkat yang kerap dia tanyakan kepada sang bunda.. “Inilah kehidupan” sang bunda hanya menjawab dengan singkatnya ,, “Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang bunda ?” sang anak gadis mulai bertanya kembali “Sabar dan hadapi semuanya dengan segudang keyakinan, Yakin bahwa sang pencipta selalu ada disampingmu dan memapak jalan hidupmu” sang bunda mulai sedikit memberikan jawaban yang sekiranya dapat dipahami oleh buah hati kesayangannya itu..
       Sahabat setia yang tidak pernah melukai hatinya,, sahabat setia yang tidak pernah mengecewakannya dan sahabat setia yang selalu mendengarkan setiap keluhan- keluhannya dengan pesan semangat yang tidak pernah berhenti terdengar dari mulut yang sangat santun itu.. Sahabat sejati seorang gadis cilik yang lemah adalah bundanya,, seorang bunda yang tau persis apa yang diinnginkan anak perempuannya.. (^_^)