Jumat, 25 Januari 2013

30 April 2009


30 April 2009

Langkah kaki tertuju pada satu titik yaitu sosok jiwa yang terperangkap cerita hidup.
Setiap detik jam ada beribu makna tersimpan dalam memori kehidupan, sedih, suka dan duka tertulis rapi dalam diary cerita sang jiwa yang mencari letak kepribadian.
Tahun kian terus berganti dan usia sang diripun berkurang seiring waktu yang mengelupas.
Masalah hidup datang menghadang dan beribu jiwapun ikut menghias gambar diri.
Lembar kertas catatan hati tersusun menjadi sebuah buku rangkaian cerita sang diri yang terus terombang ambing badai kehidupan.

Riuh di Masalalu "2010"



 Semilir desah angin malam menyapa lembut, keheningan semakin memeluk jiwa yang bernyanyi kidung cinta.
Nafas- nafas perusuhpun sepertinya enggan berdesus menyambut panggilanku.
Dibawah kelamnya langit malam, tinta ini menari melenggok mencurah rasa jiwa tak mampu terucap sang mulut.
Semakin bergerak elastis mengikuti irama jiwa.
Nada- nada indah mulai diperdengarkan hewan malam yang menciut memecah keheningan.
Sang bulan enggan bersinar dan rangkaian bintang- bintang enggan berkedip.
Kesunyian malam ini meredam gejolak jiwa yang semakin memakan pengharapan.
Seorang jiwa yang aku sayang, sepertinya tak akan mendengar jerit hati ini.
Bahwa aku memanggilnya, membiarkan dia masuk ke dalam mimpi- mimpi malam sepiku.
Mulut ini selalu terbata untuk mengungkap rasa, semua rasa yang ada dalam jiwa ini.
“jujur aku menyayangimu” itu yang selalu ingin aku ucap ketika aku di hadapanmu.

Kamis, 24 Januari 2013

Samar dan Tanpa Arah



Halloo mentari pagi.. tampaknya dirimu hari ini terlihat malu untuk tersenyum bersinar cerah .. atau mungkin awan- awan hitam itu terlalu jahat menutupi keindahnmu ?
Semua hanya bisa ditebak dengan perkiraan singkat .. perkiraan? menebak mungkin tepanya seperti itu ..  kamu tahu ? siapa yang akan melihatmu tersenyum ? “percakapan semu antara sang mentari” dan yah tanpa jawaban ,, haa ... dan saat itu waktu yang tepat untuk menertawakan diri sendiri ,, hal konyol yang bisa dilakukan oleh manusia- manusia yang mungkin lebih konyol ,, :D
Selalu dengan imaginasi- imaginasi kosong .. hmmm semuanya kosong dan isinya kemana ? “isinya hanya ada di sini dalam pikiran makhluk kosong”. Banyak hal yang tidak akan bisa membuat orang lain enggan berkata ini aneh.. karna memang ini aneh.. Aku melihat hal yang mungkin tidak dengan apa yang mereka lihat ,,
Berucap dengan hal yang sangat mereka tidak ucapkan ,, lalu aku siapa ? “aku hanya makhluk kosong” celoteh yang keluar hanyalah seperti itu ,, “makhluk kosong” .. :D
Nyaman dengan segala ke anehan, lalu bagaimana dengan mereka saat mereka mulai berceloteh sesuai kreasi mereka ? “biarkan dan lihat” hal yang simple yang bisa dilakukan semua orang .. karna tetap aku pun sama seperti mereka ,, sama dan tidak ada yang beda “sedikit memperjelas”.
 Hal yang sering dilakukan untuk bercakap dengan pribadiku ,, mungkin ini gila ,, wooooow yah ini sangatlah gila ,, bercakap riang dengan pribadi sendiri ? apa ini tidaklah gila ? “yah ini gila”. Kembali orang- orang akan menebak semuanya dengan pandangan yang sama, mungkin J
Tapi inilah hal yang akan membuat diri itu beda dari orang- orang yang bisa dan sangat bisa untuk mengkritik .. sang pengkritik “itulah sang pengkritik”.. seperti pemberontak yang ada di tengah lautan lepas .. pembajak yang garang dan serakah ,, rakus mungkin lebih dari itu ..
Lalu apa yang akan di hadapi pribadi itu untuk tetap dengan ke anehan dan ke gilaannya ? “lakukan lagi ,, lakukan lagi ,, lakukan lagi” dorongan terkuat dari hati kecil yang berteriak ..(berdemo mungkin).. :D
Hmmm ada hal yang selalu mereka pandang dari sudut kegilaan mereka ,, berpikir singkat tetapi mampu mebuat kesimpulan yang sangat berderet rapih.. deretan panjang dan sangat panjang itulah kesimpulan yang mereka buat ,, “apa ini yang lebih aneh ? berpikir singkat tetapi menghasilkan kesimpulan yang sangat panjang”
Kalau akal pribadi itu tetap dalam bersih tetaplah semua tidak akan seperti itu ,, #pemberontakan apa lagi ini ?

Udara Tanpa Wujud



Tetaplah udara itu ringan tetapi selalu menjadi penyejuk.
Yah semuanya seperti tanpa wujud hampir mirip dengan sosok yang menghilang menjadi bayangan.
Udara- udara yang selalu menggerakan jiwa- jiwa hampa.
Selalu hadir meniupkan hawa- hawa dingin kedamaian dan seketika mungkin hawa panas pun akan ditiupkannya.
Udara dengan segala pengharapan,,
Udara  dengan segala impian,,
Udara kehidupan ..
Udara kematian..
Dan segala udara kehampaan.
Udara- udara kosong tanpa suara dan lirih lembut..
Yang ada hanya desah daun yang saling bergesek..
Daun- daun kering.
Yah hanya daun kering yang mampu mendesah..
Ini hanya cerita lirih piluh sang udara yang tidak mampu menerobos celah- celah kosong sang pengharap.


Jumat, 02 Desember 2011

SEMUA SAMA



            Semua sama saat aku memulai kehidupan dipagi hari, terbangun dari tidur sepanjang malam dan melakukan hal yang setiap hari wajib masuk dalam jadwal rincian kegiatanku. Bangun menuju kamar kecil untuk mengambil air wudlu dan melakukan gerakan- gerakan yang Allah serukan yaitu Shalat. Bersiap menuju tantangan yang akan dihadapi awal mula debaran jantung mulai berdegup “hari ini apa yang terjadi ?” pertanyaan yang setiap orang pasti mengucapkannya setiap hari, begitupun aku , aku sama seperti orang lain itu.
            Melihat sejenak diri dicermin “apa yang kurang untuk persiapan melewati hari ini ?” pertanyaan kedua yang terucap dari bibir kelu ini. Sedikit tersenyum dan memastikan bahwa aku siap untuk tantangan yang akan datang. (*,*)
            Mulai melangkah hati-hati untuk memastikan bahwa langkahku kuat dan yakin,, melewati jalan yang sama ,, bertemu dengan gedung- gedung yang sama,, bertemu dengan pengemis yang sama dan orang cacat yang berjalan tanpa satu kaki,, hal yang tidak pernah bisa aku lepaskan dari pandanganku,, bahkan suatu ketika aku bertemu dengan motor yang plat nomornya hanya beda sati dijit, dengan kode daerah sama percis dengan motor kesayanganku..
            Begitupun sesampainya dikampus aku bertemu dengan gerbang yang sama dan tempat parkir yang biasa aku gunakan untuk memarkirkan sahabat setiaku. Bertemu dengan teman- teman yang sama dan bahkan bertemu dengan jajanan- jajanan yang sama pula..
            Tempat utama dikampus adalah ruangan kuliah,, papan tulis yang sama dan teman yang sama yang selalu ada disamping bangkuku..
Semuanya sama ,, semuanya sama ,, perasaan bosan muncul saat kejenuhan memeluk erat pikiranku,,
            Setiap hari saat ada di jalan menuju rumah selalu ada harapan yang tidak pernah terlupakan “aku hanya ingin sesuatu yang beda untuk hari esok..” tapi apa yang terjadi ? semua tetaplah sama seperti sebelumnya (-,-)