Sabtu, 29 Maret 2014

MENYAPA HUJAN

Sapa lembut untuk hujan yang dengan ramainya menetes..
Gemuruh hujan adalah pemecah saat semua kesunyian hadir..
Sangat membuat ramai ketika tidak ada satupun terdengar suara..
Dingin hanya lah sedikit dari efek yang diberikannya..
Tapi tetaplah hujan ini sangatlah ramai..

Seperti gerombolan yang seketika datang..
Membuat gaduh setiap penjuru kota..
Kota yang aku kenal beberapa tahun ini..
Masih dapat terhitung jari jika dibanding dengan desa kelahiranku..

Hujan.. lagi lagi hujan membuat keramaian yang bertahan lama..
Selalu menjadi teman saat merasa bahwa sudut- sudut kotak kecil ini tanpa suara..
Sangat mengacau jika harus terdengar suara yang memekakan telinga,,
Tapi itulah hujan..
Selalu datang dengan kesejukan..

Jika hujan adalah kawanku saat ini..
Sapa lembut itu tentu akan aku hadirkan untukmu..
Bagaimana tidak gersang ini berubah menjadi sejuk..
Walapun selalu hujan membuat langit berwarna abu pekat..
Tapi sekali lagi itu lah hujan,,


Sabtu, 15 Februari 2014

Mutiara dalam Samudra

Saat engkau adalah mutiara,
aku dapat melihatmu dari celah yang kau buka.

Saat engkau membukakan celah itu dan aku bisa meraihnya,
tolong ingatkan aku saat keindahan yang belum harus ada, berusaha untuk ada
Terimakasih saat mutiaraku mau mengingatkan,

Aku melangkah begitupun engkau, berada dalam yang diingkan "bersama".......

"Tetaplah menjadi mutiara dalam perlindungan_Nya,
jangan biarkan siapapun termasuk 'aku' untuk terlalu dalam keindahan mutiaramu,
Saat ini, biarlah dalam keindahanmu
Sampai pada saatnya, tetaplah terjaga di lindungan_Nya"


_Mutiara dalam Samudra_#Hasanah.Samudra#
 29.10.2012

Tidak ada satupun alasan saya harus melupakan segala kebaikan ini.. terimakasih :)
pernah membawa saya berdiri saat saya terjatuh.. mengjarkan banyak hal.. pernah menjadi imam shalat yang baik.. dan menjadi guru ngaji yang sangat sabar :D
sedikitpun tidak bisa saya pungkiri semua kebaikanmu..



Selasa, 14 Januari 2014

KOSONG



Ada waktu dimana hati ini kosong
Sungguh bukan karena mereka yang berlomba untuk mengisi, tapi diri yang membiarkan mereka tidak bisa masuk..
Lorong ini sungguh aku sengajakan untuk terbuka sangat kecil sekali..
Mereka yah mungkin hanya mereka..
Mereka yang datang tanpa hati..
Mereka memberi senyuman, jelas mereka begitu,,
Tapi bukan,, lagi lagi bukan,, ketulusan itu sungguh tidak ada dalam senyuman mereka..
Lantas apa yang mereka lakukan ?
Hanya sekedar datang, kemudian yah memberi senyuman..
Cukup hanya sebatas itu...

Datang lagi.. sudahlah itu sangat biasa sekali...
Biarkan ? ya biarkan saja..
Halangi ? untuk apa ? mereka Cuma datang tanpa ketulusan,,
Apa yang akan dilakukan ?
lihat saja .. mereka akan mengenal ketulusan di sana..

Mereka akan bertanya ?
Mungkin jika mereka menerka dengan rasa..
Jika tidak.. mereka tidak akan paham apapun..
Mereka akan melihat ? naah itu pasti...
Setelah mereka melihat ? biarkan saja mereka lihat dengan mata telanjangnya..
Karena mata batinnya telah tertutup kepalsuan..
Lalu apa yang akan kau lakukan ?
Diam saja,, diamkan saja,,
Kenapa tidak berbicara ?
Untuk apa ? karena mereka tidak dapat menerka dengan rasa..
Mereka punya itu tapi bukan ketulusan,,
Lalu apa ?
Hanya sekedar logika tanpa nalar,.
Berarti kosong ? jelas sangat kosong sekali..

Lalu kamu akan tetap diam ?
TENTU.....
Kenapa ?
Karena mereka tidak paham makna sebuah ketulusan..

I Surrender By Celine Dion



There's so much life I've left to live
And this fire is burning still 
When I watch you look at me
I think I could find the will
 
To stand for every dream
And forsake this solid ground
 
And give up this fear within
Of what would happen if they ever knew
 
I'm in love with you


reff:
'Cause I'd surrender everything
 
To feel the chance to live again
I reach to you
 
I know you can feel it too
We'd make it through
A thousand dreams I still believe
I'd make you give them all to me
I'd hold you in my arms and never let go
I surrender

I know I can't survive
 
Another night away from you
You're the reason I go on
 
And now I need to live the truth
Right now, there's no better time
From this fear I will break free
And I'll live again with love
And no they can't take that away from me 
And they will see...

(reff)
Every night's getting longer
And this fire is getting stronger, baby
I'll swallow my pride and I'll be alive
Can't you hear my call
I surrender all

Right here, right now
I give my life to live again
I'll break free, take me
My everything, I surrender all to you

Sabtu, 31 Agustus 2013

Risalah Hati - Dewa 19


hidupku tanpa cintamu
bagai malam tanpa bintang
cintaku tanpa sambutmu
bagai panas tanpa hujan
jiwaku berbisik lirih
kuharus memilikimu

reff:
aku bisa membuatmu
jatuh cinta kepadaku
meski kau tak cinta kepadaku beri sedikit waktu
biar cinta datang karena telah terbiasa

simpan mawar yang kuberi
mungkin wanginya mengilhami
sudikah dirimu untuk kenali aku dulu
sebelum kau ludahi aku
sebelum kau robek hatiku

Jumat, 30 Agustus 2013

Cinta Yang Tak Mungkin Voc Elyzia Mulachela (OST Perahu Kertas)



Ku pejamkan mata ini
 Ku tertidur tanpa lelap
 Tapi ku bermimpi kau jadi milikku
 Suaramu tetap bernyanyi
Walau sadar ku kian tak ada
 Namun ku bahagia lagumu milikku
Indah senyumanmu takkan bisa pudar
Makin indah di hatiku
Walau ku sadari cinta yang tak mungkin jadi
 Apapun yang kau ciptakan
Ku akan berjuang dapatkan
Jika kau bahagia aku semakin bahagia
Indahnya wajahmu takkan pernah sirna
Makin terang di hatiku
Walau ku sadari cinta yang tak mungkin jadi
Indah senyumanmu takkan bisa pudar
Makin indah di hatiku
Walau ku sadari itu cinta yang tak mungkin jadi
Meski ku tak bisa memiliki dirimu
Takkan ku berpaling pergi berpaling pergi
 Makin aku mencintai ku lepas kau kekasih
 Biar terbang tinggi
Cinta yang tak mungkin terbang tinggi

Kamis, 29 Agustus 2013

SARJANA NEGERI IMPIAN

Bias cahaya pagi
Bersinar, memancar
Menyinari langkah- langkah kaki sang pejuang
Cerah, alam negeri impian terang benderang
Berdiri tegak, bayang anak bangsa
Terlihat kokoh, seakan tanpa rapuh

Berlari memapak jalan- jalan impian
Tubuhnya seakan melayang menyentuh asa
Terbang menggapai awan- awan kapas harapan
Memegang kemilauan emas- emas cita- cita

Sebuah pena pengharapan berlenggok,
bergerak mengukir sejarah perjuangan

Sarjana Negeri Impian...
Berlari dengan tertatih
Bercucur keringat perjuangan
Terkadang mereka terjatuh
Bahkan tersungkur
Demi selembar kertas

Waktu seakan menjadi penghapus
Detik- detik harapan menuju puncak jaya
Hari seakan menjadi sebuah cerita yang tersusun
Mengenai barisan kata- kata yang menjadikannya tahu suatu hal..

Sarjana Negeri Impian
Membawa kertas- kertas keberhasilan
Memakai mahkota kemilauan berlian, ilmu


#Ini adalah puisi yang pernah saya buat dan saya bacakan ketika pelepasan wisudawan dan wisudawati di Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung :)

Jumat, 12 Juli 2013

INI MAHKOTAKU, BAGAIMANA DENGAN MAHKOTAMU ?





            Diceritakan ada dua orang sahabat yang sudah saling mengenal, mereka sudah bersahabat cukup lama. Sama halnya dengan para remaja pada umumnya, mereka suka bermain bersama, pergi bersama istilahnya kemana- kemana mereka selalu bareng- bareng :D ..

            Suatu ketika seorang sahabatnya dengan bangga memperlihatkan gaya rambut barunya, “niih liat niih baguskan? Kemaren aku potong rambut sekalian aku juga ganti warnanya, warna yang kemaren kan udah aga pudar jadi sekarang aku ganti warna baru deh”. 

Dia menjawab “iyah bagus”.

Lalu sahabatnya kembali lagi berceloteh “naah sekarang kamu liat nih majalahnya, aku lagi nyari model rambut baru. Ntar kalo aku udah bosan sama model rambut yang ini aku tinggal ganti model rambut baru”,

dan dia hanya menjawab “oh iyah”.

Namun, seketika sahabatnya itu berkata “mmm tapi aku lagi bingung nih..”

 “lhoo! Bingung kenapa?”,

“setelah aku hitung- hitung biaya buat perawatan rambut, udah banyak potong uang jajanku” ,

 “ooh begitu” (dia hanya menjawab dengan santai).

Tapi sahabatnya masih bertanya- tanya, “tapi aku mau irit, gimana dong?”

Sekarang dia menjawab dengan tidak segan- segan, “kamu memakai mahkota yang lebih indah dari itu saja, mau ?”,

Sahabatnya nampak bingung “maksud kamu? Mahkota apa?” (dengan sedikit mengerutkan dahinya),

“bukannya rambut itu adalah mahkota wanita ?”,

Sahabatnya dengan semangat kembali berbicara dengan nada lugas “ooh ya iya dong, makanya yah aku tuh kaya gini nih ngerawat rambut aku, menata rambut aku seindah mungkin. Ya karena itu, karena rambut itu adalah mahkotanya wanita. Emang kamu gamau yah punya rambut yang bagus, indah, cantik ? (sambil dengan bangga memperlihatkan rambutnya)“

Dia menjawab dengan ramah “aku gamau, soalnya aku udah punya mahkota yang lebih indah dari itu, nih yah aku bisa ganti warna tiap hari bahkan bisa aku bikin serasi sama baju aku. Atau kalo aku mau aku bisa ganti warna mahkotaku sehari lebih dari dua kali. Sesuai yang aku butuhkan. Dan untuk perawatan juga ya tiap hari”

Sahabatnya kebingungan “lhoo ko bisa? Uang kamu banyak dong yah, tiap hari perawatan rambut, terus bisa ganti- ganti warna sesuai yang kamu mau. Aaah tapi itu kan ga mungkin, kamu aja sibuk dengan aktivitasmu, terus kalo harus perawatan tiap hari kaya gitu kapan waktunya?.

Dia hanya menjawab “coba aja lihat, nih hari ini aku pake mahkota warna apa? Biru kan? Nah ingat ga kemarin aku pakai mahkota warna pink, terus besok aku juga bisa pake warna hitam, putih, ungu, merah dan banyak warna lainnya lagi sesuai baju yang aku pakai. Terus kalo untuk perawatan, mahkotaku ini bisa melindungi mahkota yang Allah ciptakan dari panasnya terik matahari yang buat mahkota kita rusak. Niih  mahkotaku (sambil memperlihatkan kerudungnya).

Dan sahabatnya hanya bisa terdiam.

#Semoga bisa dipetik hikmah dari cerita di atas. Terimakasih '-'